Minggu, 17 September 2017

8 Faktor Penyebab Gagal Ginjal Diusia Muda yang Wajib Anda Ketahui

Penyakit ginjal tidak begitu saja muncul pada diri seseorang. Ada sejumlah faktor yang dapat mempengaruhi seseorang mengidap penyakit tersebut. Diantaranya adalah pendidikan dan profesi.

Penyakit ginjal kronis atau yang lebih dikenal di masyarakat dengan istilah gagal ginjal kronis (GGK) adalah kondisi saat fungsi ginjal mulai menurun secara bertahap. Indonesia Renal Registry mendefinisikan gagal ginjal kronis sebagai kerusakan ginjal, dapat berupa kelainan jaringan, komposisi darah dan urine atau tes pencitraan ginjal, yang dialami lebih dari tiga bulan

Penyanyi cantik dan sekaligus mantan kekasih Justin Biber yakni Selena Gomez melakukan transplantasi ginjal di usia 25 tahun karena penyakit lupus.


Simak sejumlah hal lain yang bisa menyebabkan gagal ginjal di usia muda:


1. Polycystic kidney disease (PKD) adalah salah satu gangguan ginjal yang terjadi akibat munculnya kista di dalam ginjal. Penyakit ini biasa menyerang dewasa muda dan bersifat genetik atau keturunan. 



2. Goodpasture's Syndrome adalah kelainan ginjal di mana pembuluh darah di dalam ginjal (glomeruli) pecah atau rusak. Penyakit ini bisa menyebabkan seseorang mengalami gagal ginjal dalam waktu singkat. 




3. Penyalahgunaan obat penyeri juga bisa membuat seseorang mengalami gagal ginjal. Hal ini karena penggunaan obat tersebut selama bertahun-tahun yang akhirnya menumpuk. 



4. Tingginya pengidap hipertensi dan diabetes di kalangan dewasa muda juga meningkatkan risiko komplikasi gagal ginjal. 




5. Menurut dr Ginova Nainggolan, SpD-KGH dari RS Cipto Mangunkusumo, batu ginjal dapat menjadi gagal ginjal. Hal tersebut dapat terjadi ketika batu ginjal dibiarkan dan secara perlahan menyebabkan kerusakan pada ginjal. 



6. Kebiasaan minum yang kurang baik, seperti terlalu banyak minum minuman ringan, kopi dan alkohol serta kurang minum air putih, dapat menyebabkan terjadinya gagal ginjal. 




7. Peneliti dari National University of Singapore menyebut konsumsi daging merah meningkatkan risiko gagal ginjal hingga 40 persen. Namun apabila daging merah tersebut diganti dengan sumber protein lainnya seperti telur, daging ayam, ikan, atau susu maka risiko untuk gagal ginjal berkurang hingga 62%. 



8. Lupus Nephritis adalah sebutan bagi penyakit lupus yang menyerang ginjal. Penyakit ini menyebabkan ginjal mengalami bengkak atau luka, yang bisa berakibat pada gagal ginjal. 

Agar Terhindar dari Gagal Ginjal Kronis
Pengidap kondisi-kondisi tertentu yang berisiko mengarah ke penyakit ginjal kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi disarankan untuk mewaspadai perkembangan penyakit mereka. Perubahan gaya hidup seperti pola makan sehat, berolahraga teratur, menghindari konsumsi obat-obatan yang dapat merusak ginjal dan menghindari kelebihan konsumsi minuman keras akan membantu.

baca sumber

Kamis, 27 Juli 2017

Ngeri! Dokter Temukan 27 Lensa Kontak Berada di Mata Cewek Ini


Satu lagi kejadian yang menunjukkan dampak bahaya memakai lensa kontak. Seperti yang diketahui, lensa kontak atau yang sering disebut soflents ini banyak digandrungi oleh kaum perempuan untuk menunjang penampilan mereka.
Sayangnya, pemakaian ini tidak diserta mertai dengan perawatan intensif.

Akibatnya, mata pun mengalami berbagai masalah bahkan mengalami kebutaan. Baru-baru ini, seorang ahli spesialis mata di Rumah Sakit Solihuli, Birmingham, Inggris, bernama Rupal Morjaria mendapati kasus baru lagi mengenai lensa kontak.

Bahkan ia katakan bahwa kasus yang ia tangani ini sangat langka dan tidak pernah ia temui sebelumnya.Kasus ini terjadi pada November tahun lalu. Saat itu, datang seorang wanita berusia 67 tahun kepadanya dan mengeluhkan rasa ketidak nyamanan pada bagian matanya.

Dia lantas melakukan pemeriksaan, dan seketika itu pula ia dibuat terkejut dengan adanya puluhan lensa kontak yang menempel di mata wanita tua tersebut.

�Tidak seorang pun dari kita pernah melihat ini sebelumnya.�
�Massa itu sangat besar. Semua 17 lensa kontak itu saling menempel.�
�Kami benar-benar terkejut bahwa pasien tidak menyadarinya karena akan menyebabkan iritasi saat tetap berada di sana,� katanya kepada Optometry Today, seperti dikutip today.line.me.

Setelah pemeriksaan lebih lanjut, Morjaria pun kembali dibuat terkejut. Ternyata di mata wanita itu masih ada 10 lensa lagi yang menempel. Usut punya usut, kondisi langka yang dialami oleh wanita tua ini disebabkan oleh kebiasaannya 35 tahun silam. Di mana dia telah memakai lensa kontak sekali pakai, dan jarang melepaskannya secara teratur.

Untungnya kondisi ini dapat ditangani oleh tim medis sehingga tidak ada terjadi masalah serius pada matanya.

Bagaimana, apakah masih ingin memakai lensa kontak?

Sumber : Palingseru.com  

Jumat, 21 Juli 2017

Sakit Perut, 200 Batu Kerikil Bersarang di Perut Wanita Ini

Tiongkok - Ahli bedah di Rumah Sakit Guanji, Hezhou, Tiongkok, baru-baru ini dibuat kaget setelah mengeluarkan lebih dari 200 batu dari kantong empedu dan hati seorang perempuan berusia 45 tahun.

Kondisi langka tersebut dialami perempuan bernama Chen. Dia rupanya telah mengalami sakit perut selama lebih dari satu dekade. Ketika diperiksa untuk pertama kalinya, dokter menunjukkan penyebab masalah tersebut karena adanya beberapa batu di kantong empedu dan hatinya.

Dokter akhirnya memintanya menjalani operasi untuk menyingkirkan batu-batu tersebut dari perutnya. Selama satu setengah jam operasi, tim medis berhasil memindahkan lebih dari 200 batu dari kantong empedu dan hatinya, mulai dari kerikil-kerikil kecil hingga batuan seukuran telur cicak.

Seperti diberitakan Odditycentral, Sabtu (21/7/2017), dr Quan Xuwei, salah satu ahli bedah yang menangani Chen mengatakan bahwa sejumlah besar batu tidak biasa. Munculnya batu-batu itu mungkin disebabkan pola makan yang buruk.

Ternyata, Chen sering melewatkan sarapan pagi dan memakan sisa makanan pada jam-jam yang tidak teratur. Hal itu menyebabkan empedu membangun di kantong empedu, kadar kalsium dan kolesterol tinggi sehingga mengkristal menjadi batu.

Dr Quan menambahkan, banyak pasien mengalami kondisi serupa karena memiliki kebiasaan lupa sarapan atau terburu-buru makan. Namun, teori melewatkan sarapan yang bisa mengakibatkan terbentuknya kantong empedu dan batu hati tidak didukung oleh bukti medis.

Sumber : Liputan6

Kamis, 20 Juli 2017

Benarkah Lele Mengandung 3.000 Sel Kanker, Hoax atau Fakta?

Ikan lele merupakan ikan yang cukup populer di Indonesia. Tetapi belakangan ini banyak tersebar kabar bahwa mengonsumsi ikan lele berbahaya bagi tubuh. Lalu benarkah demikian?

Banyak beredar berita di jejaring sosial menyebutkan bahwa ikan lele adalah ikan yang paling jorok. Ada sebuah artikel yang berjudul "Dalam sesuap daging lele, terkandung 3.000 sel kanker,". Judul artikel tersebut membuat topik perbincangan hangat di media sosial. Adanya kabar tersebut membuat resah pembudidaya ikan lele, sebab bisa mengancam kelangsungan usaha mereka.

Artikel yang diposting pada 29 juli 2015 tersebut menjelaskan tentang pengakuan dari seorang peternak lele yang berasal dari Tiongkok bernama Zhang Ri-hong, Ia adalah pemasok ikan lele ke pasar dan rumah makan di pinggiran jalan di Provinsi Hainan. Pihak media lalu menelusuri tentang ikan lele tersebut dan mencoba mengamati tujuh sempel kolam produsen lele. Ketujuh kolam tersebut dikelilingi kandang ayam dan babi, sedangkan pada tengah-tengah tambak tersebut banyak tumpukan sampah.

Sebagaimana yang dilansir dari kompas.com (28/10/2015),"Artikel tersebut adalah sebuah kampanye hitam untuk menjatuhkan penjualan pasar lele yang prospek pasarnya terus mengalami peningkatan," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Jawa Timur.

Pada dasarnya lele yang berbahaya dimakan yaitu lele yang hidup di lingkunagn kotor. Lele yang hidup dilingkungan kotor berpotensi terpapar oleh senyawa kimia yang sangat berbahaya seperti logam dan zat yang bisa tercemar lewat polutan air. Senyawa kimia yang paling berbahaya yang kemungkinan bisa dikonsumsi lele adalah merkuri. Merkuri sendiri adalah senyawa kimia organik yang sangat beracun dan bisa merusak sistem saraf manusia bila dikonsumsi.

Namun Anda jangan khawatir mengenai isu yang tersebar yang katanya lele mengandung sel kanker. Di Indonesia, umumnya lele yang dipasarkan bukan yang berasal dari alam liar, melainkan lele yang dibudidayaan di kolam-kolam yang sudah dirawat dan terhindar dari pencemaran. Maknanan untuk lele juga berasal dari pakan non limbah, jadi tidak terpapar senyawa kimia berbahaya.

Menurut yang dilansir dari detik.com (23/10/2015), "Saat ini belum ada penelitian yang menyatakan jika mengonsumsi lele bisa memicu kanker," tegas dr Dradjat R Suardi, SpB(K)Onk, ahli kanker dari Perhimpunan Onkologi Indonesia.

Dikutip dari alodokter.com, Tiap 100 gram ikan lele mengandung energi sebanyak 229 kilokalori. Protein lele dengan porsi tersebut sekitar 18 gram, karbohidrat sebanyak 8 gram, serat0,7 gram dan lemak sebanyak 13 gram. Dalam ikan lele juga terkandung berbagai vitamin dan mineral seperti vitamin A, C, D, B kompleks, kalsium, fosfor, magnesium, natrium, kalium, dan zinc.

Bagi Anda yang kemarin percaya dengan berita tersebut, mulai sekarang sudah tau kan. Banyak sekali kandungan yang bermanfaat dalam ikan lele. Mulai sekarang jangan ragu konsumsi ikan lele ya.

Sumber : kompas
loading...